HOME »» SERBA SERBI

Toko Kosmetik di Padang Gagal Sembunyikan Produk Ilegal

toko kosmetik di padang gagal sembunyikan produk ilegal BPOM Kota Padang berhasil mengamankan kurang lebih 200 jenis kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri. Hal ini terkait dengan hasil keputusan yang telah dikeluarkan BPOM (Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan) Pusat yang telah menetapkan setidaknya 27 jenis kosmetik yang mendapatkan surat larangan beredar di Indonesia.

Kegiatan razia kosmetik terlarang ini dilakukan oleh empat tim yang masing-masing disebar pada beberapa wilayah kota Padang, yang dicurigai menjadi tempat merebaknya kosmetik terlarang tersebut. Dari pantauan Okezone pada hari Jumat (28/11/2008) lalu, ada seorang pedagang di salah satu toko kosmetik ARM Kawasan Pasaraya Padang yang mencoba untuk menyembunyikan beberapa produk kosmetik. Namun sepertinya upaya tersebut tak membuahkan hasil karena petugas telah mengetahuinya terlebih dahulu.

Dari dalam toko tersebut, petugas BPOM mengamankan setidaknya 40 jenis kosmetik. Semua kosmetik tersebut mengandung bahan merkuri yang tidak selayaknya beredar di pasar. Kosmetik-kosmetik terlarang itu sebagian besar merupakan produk kosmetik buatan Cina yang masuk ke pasar Indonesia.

“Produk kosmetik terlarang ini akan diserahkan pada Balai PM Pusat. Apabila ada keputusan tentang hal ini, maka kami tak akan segan-segan untuk mendenda para pelaku,” ujar Kepala Bidang Penyelidikan dan Pemeriksaan BPOM kota padang.

Apabila perbuatan penggelapan dan pengedaran kosmetik berbahaya tersebut sudah terbukti bersalah, maka si pelaku akan dijatuhi hukuman yang cukup berat. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 88 Thn 1999 tentang perlindungan konsumen. Hukuman yang akan didapatkan dari pelanggaran Undang-Undang tersebut adalah hukuman kurungan penjara selama 5 tahun dan juga denda maksimal sebesar 2 Milyar rupiah. Agaknya hukuman itu pantas diterima oleh para pelaku.

Sementara itu, Tina si pemilik toko ARM, mengatakan bahwa dirinya tak tahu menahu masalah surat peringatan yang telah dikeluarkan oleh Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan tentang 27 kosmetik yang dianggap berbahaya tersebut. Hal ini menjadikan pihak Tina merasa tak bersalah dan tetap menjual kosmetik yang dilarang untuk beredar tersebut. “Masalah publik warning tersebut tak kami ketahui, jadi kami tetap saja menjualnya,” Jelas Tina.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)

Sebarkan artikel penting ini melalui social media berikut :



Berikan Komentar Anda :